
Seminar Hasil Akhir Kegiatan BISIP TA 2024
Bogor (23/12) – Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian (BISIP) pagi ini melaksanakan Seminar Hasil Akhir Kegiatan Balai Informasi Standar Instrumen Pertanian Tahun 2024. Seminar ini dilaksanakan sekaligus menjadi wadah monitoring dan evaluasi, sekaligus perbaikan perlaksanaan di tahun 2025, khususnya menghadapi Balai baru sesuai dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BrMP) sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2024 yang telah terbit pada 8 November 2024 lalu.
Seminar Hasil akhir yang dimoderatori oleh Kepala Subbag Tata Usaha, Mulyawan, SE. dibagi menjadi 2 sessi dan memberikan kesempatan bagi para Penanggung Jawab kegiatan untuk melaksanakan presentasi sesuai dengan kegiatan dan penyelenggaraannya dalam satu tahun di periode 2024. Sekitar 10 judul kegiatan layanan sebagaimana output BISIP dipresentasikan, baik terkait dengan layanan bagi eksternal dan layanan bagi internal BISIP. Hal terkait capaian dan beberapa terobosan dilakukan sebagai upaya yang mendukung pelaksanaan kegiatan yang transparan dan akuntabel tercirikan pada beberapa kegiatan, misalnya terkait dengan pengelolaan manajemen kerja sama yang berkaitan dengan pembiayaan pemeliharaan paten, disebutkan oleh Okti A. Hapsari, M.Si. telah melakukan upaya terobosan dengan melakukan pengajuan tarif nol untuk sekitar 179 judul paten dari 191 judul yang diajukan ke DJKI, dan pengabulan 179 judul ini telah menghemat anggaran biaya pemeliharaan sekitar 706 juta.
Demikian pula dengan Layanan Kehumasan yang disampaikan oleh Mumuh M. Buhary, S.Hum disebutkan bahwa tahun ini BISIP telah mendapat Penghargaan sebagai Peringkat ke-22 untuk eselon 3 dengan status Informatif dalam pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2024, dan dari kreatifitas dalam menciptakan informasi-informasi yang mengikuti selera viewers di medsos dan berita website meningkat dibandingkan tahun lalu dengan capaian penerbitan berita web hingga 111 judul, dan pelengkapan fitur-fitur di website walau sempat terhack akan tetapi menjadi bukti bahwa peningkatan fitur web dibutuhkan dan tidak bisa terus menerus standar, ungkapnya.
Demikian pula pada Laporan Layanan Data dan Informasi yang disampaikan Morina Pasaribu, M.Si. bahwa didalam detail metodologi atas pelaksanaan layanan ini menghasilkan SiBaRISTA yang sudah bisa diakses dan tetap memerlukan beberapa penyesuaian, layanan penerbitan tulisan ilmiah popular terkait standar sektor pertanian melalui Warta Agrostandar dan termasuk menjadikan habit bagi setiap individu di BISIP dalam memanfaatkan NASIB yang sampai hari ini baru terpakai sekitar 11%, ungkapnya. Hal menarik disampaikan oleh Jayu, SE.Ak., MBA saat mempresentasikan bagian dari kegiatan yang sama berupa hasil Kajian Pemanfaatan Hasil Standar sebagaimana telah di seminarkan secara meluas di 28 November lalu, adalah bahwa mekanisme pemanfaatan SNI dengan memanfaatkan teknologi dari yang dikajinya belum diperoleh pada satu implementasi yang sejalan sebagaimana WIPO memiliki patent pool dan disiapkan mekanisme ijin apabila ada standar yang menggunakan paten, walau secara kondisi dari DJKI dalam seminar tersebut telah menyebutkan adanya database paten, pun demikian dengan di BISIP yang memiliki digital library untuk paten dilingkup BSIP bisa menjadi salah satu patent pool lingkup BSIP, jelasnya. Disampaikan oleh Kepala Balai bahwa kajian ini perlu dilanjutkan bahkan perlu bersama-sama dengan BSN dalam artian untuk membuka potensi PNBP yang lebih luas dari BSN sendiri, jelas Nuning memberi ide kelanjutan kegiatan di tahun mendatang.
Berikutnya layanan perkantoran yang disampaikan oleh Kepala Subbag TU, bahwa beberapa hal dilakukan terkait dengan kebutuhan pemeliharaan yang memang sudah waktunya mulai dari ruang PPID, ruang AWR dan atapnya serta pos satpam sekaligus area parkir untuk kebutuhan 8 kendaraan dinas. Disampaikan oleh Mulyawan, SE bahwa tahun 2025 akan dilanjutkan pemeliharaan Gedung untuk pengecatan, dll sebagaimana memang sudah diperlukan pengecatan menyeluruh, penyiapan Gudang dan perapihan sisi samping AWR.
Sebelum diberi rehat, Dr. Haris Syahbuddin, DEA. Sekretaris BSIP berkesempatan memberikan arahannya terutama berkaitan dengan layanan BISIP yang juga banyak terkait dengan eksternal dan kemasan monev kemungkinan perlu diperluas dengan pelibatan perencanaan Sekretariat BSIP, ungkapnya. Salah satu masukan dari Sekretaris Badan berkaitan dengan perubahan Balai diinformasikan bahwa Balai nanti mengurusi pengelolaan hasil perakitan, dan konsepsi perakitan akan dimulai sejak penyusunan konsep hingga diadopsi oleh stakeholder, sebagaimana pola penyusunan standar yang disusun harus sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin penerapan standarnya. BISIP ditinjau oleh Haris dapat memberikan masukan atas teknologi-teknologi yang sesuai dengan Tingkat Kesiapterapannya (TKT) untuk dilakukan perakitan termasuk perlu dicari bentuk kegiatan launchingnya. Dan bahwa kata kunci ‘pemanfaatan dan pengendalian’ masih akan menjadi salah satu fungsi dari Balai nanti, tambahnya.
Dilanjutkan disesi siang berkenaan dengan Layanan Manajemen Keuangan, sebagai Penjab adalah PPK Ade Rahmat Santosa, S.Sos, mengenai 4 aplikasi yang beberapa diantaranya terkoneksi sehingga dalam memonitor persetujuan Kanwil ataupun Capaian Output menjadi lebih mudah, disebutkan bahwa pada periode ini IKPA menjadi salah satu indikator kinerja pada Perjanjian Kinerja Kepala Balai dan target di tahun 2024 adalah 90,91 dengan tidak adanya penyajuan Dispensasi kemungkinan target ini akan terlampaui, jelas Ade.
Dilanjutkan dengan Layanan Manajemen SDM. Secara proses layanan ini mengakomidir kebutuhan di internal Balai dan beberapa sudah dilakukan koordinasi termasuk pengusulan Ujikom untuk Analis SDM, Ujikom untuk Analis Kebijakan, dan Ujikom untuk Analis APBN, disamping juga sertifikasi untuk Bendahara, jelaskan Fenny Sumardiani, SH selaku Penjab kegiatan. Kepala Balai memberi masukan atas adanya pendataan Prahum diperiode Oktober 2024 yang belum terdata dalam laporan, dan diproses nanti dengan Balai baru semoga saja banyak peluang untuk penyusunan peta jabatan yang baru. Selanjutnya Layanan Pemantauan dan Evaluasi disampaikan oleh Mulyawan, SE. kegiatan ini diantaranya masuk pada kebutuhan pelaksanaan kegiatan sertifikasi ISO 901:2015 dan ISO 27001:2022. Termasuk jika nanti Balai berganti nama ditahun mendatang memerlukan beberapa penyesuaian lagi.
Diakhir disampaikan oleh Poppy Basli, S.Kom pelaksanaan kegiatan Layanan Perencanaan dan Penganggaran bahwa diperiode tahun 2024 dilakukan sebanyak 12 kali Revisi dengan 3 kali revisi halaman 3 DIPA yang menjadi salah satu komponen dalam penilaian IKPA. Termasuk adanya peningkatan anggaran dari PNBP royalti disamping bahwa tahun ini untuk Pengelola yaitu BISIP diperoleh ijin penggunaan 21%, jelasnya.
Di sesi akhir disampaikan masukan berkaitan dengan kondisi kebutuhan pejabat fungsional yang perlu disusun ulang ABK, Anjab dan petanya dan mengenai hal ini disepakati untuk sama-sama dikerjakan terutama menyoroti perubahan fungsi dari Balai. Kepala Balai mengapresiasi pelaksanaan Seminar hasil hari ini, dibandingkan dengan tahun 2023 dan berharap seluruh staf bersama-sama istiqomah dalam mendukung kinerja Balai di tahun mendatang disamping juga terus bersemangat dan terus memacu diri untuk terus belajar dan belajar, tutup Nuning.